Sabtu, 28 Maret 2015

Latar Belakang

Perkembangan global internet sebagai  milik publik menyiaratkan adanya harapan-harapan akan terjadinya perubahan ruang dan jarak. Perkembangan tersebut juga diramalkan akan menuju pola-pola pengujian dengan unsur-unsur dominan berupa pengalaman dan budaya dalam penggunaan informasi. Semua itu pada gilirannya harus diakui oleh hukum manapun disemua belahan bumi, yang tentu saja berbeda-beda dampaknya terhadap kaitan antara hukum dengan ekonomi, politik ataupun ideologi.Banyak hal yang menjadi faktor semakin menghilangnya permainan tradisional itu saat ini. Semakin menipisnya lahan yang ada saat ini hingga mempengaruhi persediaan tempat untuk bermain permainan yang dulu menjadi trend itu.Sayang sekali jika permainan tradisonal itu semakin hari semakin menghilang dan sudah tidak dikenal lagi untuk masyarakatnya. Banyaknya nilai positif yang terkandung dalam makna permainan tradisonal itu. Karena saat dalam permainan itu anak-anak dapat bergotong-royong , kreatif, belajar kekompakan, memang ada sisi lain negatif dari permainan tradisional itu, yakni menjadikan tempat yang dipakai menjadi kotor dan tidak beratur.Tapi saaat ini pada jaman yang dibilang lebih praktis dan efisien ini lebih mementingkan dengan kecanggihan teknologi yang berkembang saat ini. Bahkan anak-anak yang masih berusia dini sudah banyak diperkenalkan dengan permainan-permainan yang canggih sehinnga dapat mengubah pola pikirnya menjadi lebih konsumtif.
Permainan saat ini yang beredar seperti Internet Game Online. Sehingga menjadikan mereka kurang menenmukan artinya Real Nature (kenyataan Alam). Pada perkembangannya, ternyata penggunaan internet tidak hanya membawa dampak positif tetapi bisa membawa sisi negatif, dengan membuka peluang muncul nya tindakan-tindakan anti-sosial dan perilaku kejahatan yang selama ini dianggap tidak mungkin terjadi. Salah satu contoh dari dampak negative di internet adalah judi online. Sedangkan pengertian judi online adalah permainan judi melalui media elektronik dengan ekses internet sebagai perantara.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar